Jumat, 02 Januari 2009

MANIS GETIR

kepada: ..


Dengan nafas yang masih basi
kutiupkan mantra di potraitmu setiap pagi

Sesering kau menemuiku di sudut makam itu
dengan rambut yang basah seharum tanah
kutemukan kerapuhan sedahan kamboja
seduri mawar keketusanmu pula

Secepat aku berpaling menatap kearahmu
dari dagu sampai dahimu yang berbulu
dari sudut matamu ke sudut matamu
aku memahami jengkal parasmu



Sampai benar-benar ingin menampar wajahmu
tapi selalu saja terhalang raut ibuku
yang juga pernah perawan sepertimu

Aku lelaki diseparuh waktumu

4 komentar:

 
Template oleh : Mr.RAHMAN ABDUL MANAF  | 
Mempergunakan MOZILLA FIREFOX untuk Tampilan Yang Lebih Baik