Minggu, 28 Desember 2008

Mengunjungi Surau

sepenggal kabar yang memekakkan telinga
banguna tua itu telah dihuni sekawanan setan
kaligrafi hambar masih saja terpampang
kumandang petang hari tak lagi mengundang
abi-abid telah tersibuk dengan tahlilan
laki-laki yang belum juga lebat kumis jenggotnya
bergegas di setiap panggilan-panggilan
membasuh dahi yanh hamper hitam luka
disungkurkannya disudut lantai dengan lama

seketika ada yang mengingatkan


seketika ada yang menghantuinya
banyak cerita yang harus dihadirkan
banyak nestapa yang membeku disana
datang bagai letusan menggelombang

tak sadar selanjutnya

1 komentar:

 
Template oleh : Mr.RAHMAN ABDUL MANAF  | 
Mempergunakan MOZILLA FIREFOX untuk Tampilan Yang Lebih Baik