Tungku perapiannya hanya menambah merah senja saja
Menjejalkan akar batang kayu dan semua yang ia serupakan takdir
Dan mimpi yang selalu berkeping diretakkan kalah oleh kelahi
Mungkin ia besar dari kaum pengutuk anak perempuan
Bayi- bayipun dianggap utusan kesialan
Dan makam telah tergali sebelum tangisan
Sebelum perempuan tua itu datang
Menimang bocah dengan ingus terusap selendang
Siapa sangka ia datang tak untuk mengiba, Ia datang hanya untuk mengumpat
“ engkau terlaknat” Dan hampir saja ia percaya “ pernahkah kau dengar tentang malaikat
yang mencabut nyawa dengan kasar , pada tiap jiwa yang ingkar lagi sasar?
ingatlah jahat yang selalu mencari korban
hanya kepada empunyalah ia akan menikam
ingatlah marah dan tangis yang hanya dilenyapkan senyuman
Senja hanya menambah panjang saja hari ini
Terompahpun tak lagi melemparkan telapak kaki
Lalu ia berandai dulu dilahirkan ditengah-tengah Yahudi
Entahlah Sabtu nanti aku terkutuk menjadi kera atau babi
Ia menjadi hening nanar terduduk memasung diri
Menatap kaca bersandar jendela , dan berangsur-angsur gila
Sedangkan matahari memijar tak pernah perduli
Dengan orang yang tersambar hilang penglihatanya
Wow...indah banget
BalasHapusenak banget bahasanya
jadi betah mampir kemari
tuch gambar asli apa kreasi sendiri
kok ada hantunya
@mas baka: kreasi , ga ada hantu mas...
BalasHapuswalaahh,...dunia lain ya???
BalasHapusBagus koq mas puisinya....
BalasHapusTapi aku masih belum paham maknanya...bahasanya tinggi...
bagus..
BalasHapuskaliamtnya tersusun indah..
nice postt
2x baca tapi tetep gak nangkep makna yg tersirat.. mode dudulz=ON
BalasHapushebat uyy....
BalasHapuskeren banget...nice post sob...
hm......this is cool.....totally...
BalasHapuskeren gambarnya bro
BalasHapus:)
takut...
BalasHapusKata-katanya sungguh bagus. Elok bagai keindahan sejna dan lurus bagai cakrawala..
BalasHapusSalam kenal :)